Silsilah Thoriqoh Shiddiqiyyah melalui Sahabat Salman Al Farisi sampai pada Syekh Muhammad Amin Al Kurdi Al Irbil, dari Kitab Tanwirul Qulub. Alloh Ta’ala. Jibril ‘alaihi Salam. Muhammad Rosululloh SAW. Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A. Salman Al Farisi R.A. Qosim Bin Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq R.A.
Memasuki usia 20 tahun, Muhammad Amin asy-Syingithi semakin giat menimba ilmu dari guru-gurunya. Mereka antara lain Syekh Muhammad an-Ni’mah, Syekh Ahmad Fa’al bin Abduh, Syekh Ibnu Ahmad al-Afram, dan Syekh Ahmad bin Umar. Kepadanya, Amin banyak belajar tentang nahwu, sharaf, ‘ulum al-Qur’an, balaghah, fiqih, serta ilmu logika (mantiq).
Sebagai raja para wali, tentu saja Allah menganugerahi lelaki bernama lengkap Abu Muhammad Muhyiddin Abdul Qadir bin Musa bin Abdullah al-Husna al-Jailani itu dengan sejumlah keramat. Ibnu Aal-Akhdhar dalama buku Jami Karamatil Auliya menceritakan suatu hari di musim dingin, di bersama rombongan mengunjungi Syekh Abdul Qadir.
Al-'Aalim Al-'Allaamah Asy-Syekh Al-Haajji Muhammad Kholil bin Abdul Lathif al-Bangkalani al-Maduri al-Jawi asy-Syafi'i (Arab: العالم العلامة الشيخ الحاج محمد خليل بن عبد اللطيف البنكلاني المادوري الجاوي الشافعي) atau lebih dikenal dengan nama Syaikhona Kholil atau Syekh Kholil, lahir di Kemayoran, Bangkalan, Bangkalan
Pengakuan ini disampaikan oleh Mufti Agung Yerusalem dan Pemimpin Tertinggi Dewan Palestina, Syekh Muhammad Amin al-Husaini, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden Soekarno. Surat tersebut berisi ucapan selamat atas kemerdekaan Indonesia, serta harapan untuk menjalin hubungan diplomatik dan kerjasama antara kedua negara.
Mendengar informasi bahwa Jepang memberikan kedaulatan Indonesia, Syekh Muhammad Amin Al Husaini, mufti Palestina saat itu yang berada di pelariannya di Jerman membuat pernyataan secara terbuka
g8gZr.
syekh muhammad amin al jailani